Hari Tani Nasional 24 September 2022, Ini Asal Usulnya

Hari Tani Nasional 24 September 2022, Ini Asal Usulnya

ENERGIA.ID – Hari Tani Nasional jatuh pada tanggal 24 September 2022. Berikut ini asal usul Hari Tani Nasional yang jatuh pada hari ini.

Hari Tani Nasional untuk memperingati penetapan Undang-undang Dasar Pokok Agraria pada tahun 1960. Berikut ini kilas balik peristiwanya.

Setiap 24 September diperingati sebagai Hari Tani Nasional. Hari, adalah bentuk peringatan dalam mengenang usaha kaum petani serta memilikinya dari penderitaan.

Oleh karena itu, penetapan Hari Tani ini diambil dari tanggal dikeluarkannya Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) pada tahun 1960.

Mengutip Kemdikbud.go.id, Indonesia adalah negara Agraris. Agraris adalah sektor bidang pertanian. Indonesia disebut negara agraris sebab sebagian besar penduduknya bekerja di sektor pertanian.

Sejak bebas dari cengkraman Belanda, pemerintah Indonesia selalu berusaha merumuskan UU Agraria baru untuk mengganti UU Agraria kolonial.

Pada tahun 1948, penyelenggara negara membentuk panitia agraria Yogya, yang pada ketika itu Ibu kota Republik Indonesia (RI) berkedudukan di Yogyakarta.

Mengutip dari kab.faperta.ugm.ac.id, namun dikarenakan gejolak politik, perjuangan tersebut pun kandas.

Pada 27 Desember 1949 diadakan Konferensi Meja Bulat (KMB) dan persetujuan antara Republik Indonesia dengan Belanda, atas pengakuan kepemilikan politik Negara Indonesia, setelah itu ibukota RI kembali ke Jakarta.

Selanjutnya, pada1951, dibentuklah panitia Agraria Yogya di Jakarta dengan nama Panitia Agraria Jakarta. Namun dalam perkembangannya, banyak sekali panitia yang telah terbentuk, gagal dan tersendat-sendat.

Lalu pada tahun 1955, panitia Agraria Jakarta yang sempat mandeg oleh Panitia Soewahjo.

Pada tahun berikutnya, dibentuklah panitia lainnya, mirip Panitia Negara Urusan Agraria (1956), Rancangan Soenarjo (1958) dan Rancangan Sadjarwo (1960).

Dari banyak sekali panitia dan rancangan tersebut, akhirnya Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong (DPR-GR), yang kala itu dipimpin Haji Zainul Arifin menerimanya dan melahirkan UUPA.

Siapakah pencetus Hari Tani Nasional atau Peringatan UU Agraria?

Lahirnya UUPA bermakna besar bagi bangsa dan negara Indonesia, yakni:

1. Untuk mewujudkan amanat Pasal 33 Ayat (3) UUD 1945 (Naskah Orisinil), yang menyatakan, “Bumi dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai negara dan digunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat”

2. Penjungkirbalikan hukum agraria kolonial dan penemuan hukum agraria nasional yang bersendikan realitas susunan kehidupan rakyatnya.

Pada sidang DPR-GR 12 September 1960, Menteri Agraria ketika itu, Mr Sardjarwo dalam pidato pengantarnya mengatakan usaha perombakan hukum agraria nasional berjalan erat dengan sejarah usaha bangsa Indonesia melepaskan diri dari cengkeraman, pengaruh, dan sisa penjajahan, khususnya usaha rakyat tani untuk menerima diri dari kekangan ke sistem feodal atas tanah dan pemerasan kaum modal asing.

Kemudian, pada 24 September 1960, RUU tersebut disetujui DPR sebagai UU No 5 tahun 1960 perihal Peraturan Dasar Pokok-pokok Agraria, atau dikenal dengan Undang-Undang Pembaruan Agraria (UUPA).

Prinsip UUPA adalah menempatkan tanah untuk kesejahteraan rakyat. UUPA hak memiliki tanah, kesempatan sama bagi setiap warga negara untuk memperoleh hak atas tanah, pengakuan hukum tata cara, serta warga negara asing tak punya hak milik. Lepas 24 September inilah yang menjadi tanggal ditetapkannya UUPA.



#Hari #Tani #Nasional #September #Ini #Asal #Usulnya