Penjelasan Wabah Cordyceps di The Last Of Us!

Penjelasan Wabah Cordyceps di The Last Of Us!

Apa sebenarnya fungus (jamur) Cordyceps yang jadi sumber utama kekacauan dan wabah zombie di seri The Last Of Us? Dari mana asal virus tersebut? Setelah lama dinantikan oleh para fans, akhirnya seri The Last Of Us resmi tayang perdana di saluran streaming HBO. Seri ini diperankan oleh aktor Pedro Pascal yang berperan sebagai Joel Miller dan juga Bella Ramsey yang berperan sebagai Ellie.

The Last Of Us sendiri merupakan seri terbaru yang tayang di HBO garapan sutradara Craig Mazin dan Neil Druckmann. Ini adalah seri yang diadaptasi dari salah satu judul game populer dengan nama yang sama. Berkisah tentang Joel Miller dan juga Ellie yang harus berjuang untuk selamat dari wabah jamur Cordyceps. Namun, apa sebenarnya jamur Cordyceps?

Penjelasan Wabah di TLOU

Biasanya, wabah yang jadi penyebab semua kekacauan adalah virus bakteri. Contohnya adalah franchise Resident Evil yang menhadirkan T-Virus sebagai penyebab seseorang berubah menjadi zombie. Tetapi, seperti yang dijelaskan di atas, wabah yang muncul dalam seri The Last Of Us  diakibatkan oleh salah satu jenis jamur yaitu Cordyceps.

Cordyceps sendiri dijelaskan secara cerdas di awal episode. Dalam adegan yang berupa kilas balik di tahun 1968 terdapat sebuah acara TV yang menghadirkan diskusi antara dua ilmuwan tentang pandemi. Dr. Neumann, yang seorang ahli epidemiologi, menjelaskan jika ancaman terbesar manusia bukanlah bakteria atau virus melainkan jamur.

Menurut penjelasannya, jamur mungkin sekilas terlihat tidak berbahaya seperti halnya virus bakteri. Jika virus menyerang korban dan membuatnya tewas, Dr. Neumann justru menyebutkan bahwa jamur lebih mematikan dari virus bakteri.

Menurutnya, jamur Cordyceps mampu masuk dan tinggal dan berkembang di dalam otak manusia. Kemudian, jamur tersebut bukan hanya bisa mengendalikan jutaan manusia melainkan miliaran manusia. Yang mengerikannya adalah jamur tersebut tidak akan mati atau berhenti untuk terus menyebarkan infeksinya sampai tidak ada lagi yang bisa ditularkan. Neumann juga menjelaskan jika tidak ada obat atau penawar untuk hal itu.

Dan prediksi dari Dr. Neumann sendiri terbukti dengan apa yang terjadi di serinya. Setelah 20 tahun sejak kemunculan kasus pertama, dunia (khususnya Amerika) kemudian dilanda wabah jamur Cordyceps. Banyak orang berubah jadi sosok mengerikan dan berusaha untuk menghabisi yang lainnya.

Dari Mana Jamur Cordyceps Berasal?

Untuk saat ini, serinya masih belum memberikan penjelasan gamblang mengenai asal-usul jamur Cordyceps yang jadi sebab wabah mengerikan tersebut. Namun, terdapat beberapa hal yang bisa jadi petunjuk mengenai kemungkinan jamur Cordyceps berasal, yaitu dari Indonesia.

Beberapa petunjuk yang menandakan bahwa Cordyceps berasal dari Indonesia muncul dalam adegan saat Joel dan Sarah tengah sarapan. Saat itu mereka sarapan sambil ditemani dengan suara radio. Dalam siaran berita di radio tersebut disebutkan bahwa ada gangguan/kekacauan besar di Jakarta.

Kedua, sebelum series ini dirilis, sempat beredar unggahan di mana aktris senior Christine Hakim terlihat mengenakan baju lab sambil meneliti tentang jamur yang diduga adalah Cordyceps. Beberapa waktu lalu pun muncul berita bahwa pihak rumah produksi sempat membangun set yang memperlihatkan dinas kesehatan dari Indonesia. Meskipun sebenarnya mereka tidak mengambil gambar tersebut di Indonesia melainkan di sebuah studio di Kanada. Namun berdasarkan dua petunjuk tersebut, artinya cukup masuk akal jika kemudian Indonesia jadi tempat asal jamur Cordyceps.

Meskipun begitu, hal ini sebenarnya merupakan salah satu perubahan besar yang dihadirkan oleh serinya dari versi game. Dalam versi gamenya sendiri, jamur Cordyceps bukan berasal dari Indonesia melainkan dari Amerika Selatan pada tahun 2013. Infeksi tersebut kemudian menyebar ke wilayah Amerika melalui pangan yang sudah terinfeksi oleh jamur tersebut.

Bagaimana Cara Penyebaran Wabahnya?

Lalu, bagaimana cara penyebaran jamur Cordyceps? Seperti halnya asal-usul dari jamur ini, ada juga perbedaan cara penyebaran wabahnya antara versi game dan live action. Cara yang paling umum dari penyebaran ini dalam versi game adalah melalui serangan gigitan dari mereka yang sudah terkena wabahnya, terkena serangan dari sulur terinfeksi, atau melalui spora yang menyebar di udara akibat pembusukan tubuh yang terinfeksi. Bahkan, para pemain akan bisa melihat butiran spora yang beterbangan di udara.

Namun, untuk versi live action-nya, selain menyebar melalui gigitan dan udara, juga bisa menyebar melalui hal lain. Seperti penjelasan dari Dr. Neumann, penyebaran jamur Cordyceps bisa juga terjadi melalui obat-obatan yang memang bahan dasarnya adalah jamur. Seperti yang dijelaskan oleh Sarah, keluarga Adlers sempat membawa Nana ke rumah sakit untuk berobat.

Pasca pulang dari rumah sakit, Nana pun berubah drastis yang mana kemudian kita mengetahui jika dia adalah salah satu korban Cordyceps. Bagaimana dengan versi gamenya? Jamur Cordyceps di game The Last Of Us menyebar melalui gigitan zombie, serangan sulur, dan juga yang paling mematikan adalah melalui udara.

Inilah alasannya mengapa banyak dari mereka yang bertahan hidup di gamenya menggunakan topeng gas. Hal itu demi menyaring spora yang ada agar tidak terhirup oleh mereka. Untuk saat ini, memang masih belum banyak hal yang bisa digali mengenai penyebaran wabah Cordyceps ini. Namun, episode berikutnya bisa jadi kita akan mendapatkan hal lebih dalam lagi terkait penyebaran wabahnya.

Berbagai Tahapan Infeksi

Ketika seseorang terkena infeksi jamur Cordyceps, mereka tidak serta merta langsung berubah menjadi zombie mengerikan. Butuh waktu dan juga ada tahapan yang terjadi dalam proses perubahan tersebut. Ceritanya sendiri masih belum menjelaskan tentang berbagai tahapan tersebut, tetapi kita bisa mengambil referensi mengenai hal ini.

Tahap pertama akan terjadi biasanya dalam dua hari setelah mereka terinfeksi. Dimana mereka yang terkena infeksi tersebut akan mulai kehilangan fungsi utama dari otaknya. Lalu dalam dua minggu, akan meningkat ke infeksi tahap kedua. Dalam tahap ini, Cordyceps sudah mulai berkembang dan menyebar serta merusak bagian penglihatan mereka. Hingga dalam waktu setahun, tahap kedua akan naik ke tahap ketiga.

Dalam tahapan ketiga, Cordyceps mulai merusak bagian wajah dan juga menghilangkan fungsi penglihatan alias menjadi buta. Dan terakhir, saat memasuki tahap keempat, jamur Cordyceps bukan lagi menganggu sebagian tubuh, melainkan sudah berkembang dan menjalar ke seluruh tubuh. Tubuh mereka berubah menjadi bagian dari jamur tersebut.

Namun, berbicara mengenai tahapan ini ada beberapa detail yang menarik. Ketika Ellie diperiksa oleh alat pendeteksi, nampak lampunya berwarna merah yang menandakan bahwa dia terinfeksi. Meskipun begitu, Ellie coba menjelaskan bahwa dia tidak sakit. Dia memberikan bukti berupa bekas gigitan yang sudah mencapai tiga minggu. Ellie kemudian menjelaskan jika manusia biasa mungkin akan tewas dalam waktu sehari. Apakah artinya ada hal spesial dari tubuh Ellie? Kita nantikan saja ya Geeks kelanjutan cerita live action The Last of us pada pekan depan.